yusriahismail.com

Tips Ajak Anak Gembira Menyambut Ramadhan

gembira menyambut ramadhan

Siapa yang deg-degan sekaligus gembira menyambut ramadhan? Insyaallah dua atau tiga hari lagi ya.

Sejak kecil momen ramadhan selalu istimewa. Mulai dari suasananya yang syahdu, menu masakan harian yang menggugah selera, hadiah-hadiah kecil jika target ramadhan terlampaui hingga kenangan teraweh bersama dengan teman-teman.

Setiap memasuki ramadhan, memori ini kembali berputar seperti film lama. Tempat dan waktunya bahkan terekam kuat di ingatan. Ingin rasanya mengulang tapi sayangnya pintu doraemon hanya sebuah khayalan belaka. Ya, kenyataan memang ada pahit-pahitnya bukan? Hehe.

Semakin dewasa semakin sadar bahwa kenangan memang lebih baik untuk disimpan di ingatan saja. Sekarang waktunya memberikan momen indah nan manis untuk generasi kita selanjutnya. Generasi berdaya yang semoga memori istimewa ini menjadi sebab mereka tersenyum dan merindukan masa kecil bahagia.

Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.

Cerita Persiapan Menyambut Ramadhan


Ketika sosial media sudah ramai posting "Ramadhan 100 hari lagi", seperti ada listrik yang menyetrum kepala. Postingan ini bisa menjadi pemicu saya dan anak untuk mendiskusikan bulan mulia nan penuh berkah yang hanya ada satu tahu sekali. 

Menurut kami, usia kakak yang sebentar lagi menuju 6 tahun sudah pas diperkenalkan tentang ramadhan. Tentu dengan mengenalkan bulan suci dengan cara yang menyenangkan karena kakak sendiri belum mencapai usia baligh untuk wajib berpuasa.

Jika tahun lalu kami mengenalkan ramadhan hanya lewat cerita dan baca buku, maka tahun ini sudah waktunya bagi anak sulung kami untuk 'mencicipi' sendiri bagaimana berpuasa itu. Makanya sounding berpuasa sudah kami lakukan jauh-jauh hari untuk menghindari kekagetan.

Dan inilah beberapa hal yang kami lakukan bersama dan semoga ini juga bisa menjadi tips ajak anak gembira menyambut ramadhan.

Tips Ajak Anak Gembira Menyambut Ramadhan


1. Memperkuat Niat dan Tekad


Salah satu hal pertama yang harus selalu kami lakukan adalah meluruskan niat dan menguatkan tekad. Ketika masuk bulan sya'ban dan rajab maka kami berdoa bersama-sama agar Allah sampaikan umur kami di bulan suci ramadhan.

Selain itu, kami juga melakukan puasa sunnah ataupun puasa qadha. Sedikit agak terlambat sebenarnya untuk melakukan puasa ganti namun momennya jadi pas sebab anak melihat langsung apa yang orangtuanya lakukan.

Biasanya kami juga menyampaikan bahwa puasa adalah perintah Allah SWT dan melakukan amalan-amalan baik di hari-hari puasa seperti shalat, dzikir, tilawah adalah hal yang Allah senangi. Ini sekaligus juga melatih diri untuk konsisten beribadah hingga memasuki bulan ramadhan.

2. Baca Buku


Sejauh ini, buku selalu menjadi solusi saya ketika akan mengajarkan kebaikan pada anak. Boleh ajak anak untuk membeli buku yang bisa membuatnya gembira menyambut ramadhan.

Ada beberapa buku tenang bulan puasa yang bisa dijadikan bahan bacaan dan diskusi di rumah. Salah satunya adalah buku terbitan Sakeena yaitu Ramadhan Menggapai Jannah. Selain itu, buku-buku terbitan Ziyad dan lainnya juga bisa menambah daftar list bacaan.

3. Menghias Rumah Dengan Dekorasi Ramadhan


Do it your self itu selalu menyenangkan meski juga selalu penuh huru hara sebab terkadang ada yang kelakuannya offside, hehe. Suatu pagi akhirnya kami menghabiskan waktu untuk bermain dengan gunting dan double tip untuk mendekorasi rumah.

Rencananya kami akan membuat pojok ramadhan sebagai tempat untuk anak melakukan ibadah dan bermain selama bulan puasa. Hingga detik ini tempatnya masih setengah jadi sih. Hiiks.

4. Menyusun Rencana Selama Ramadhan


Melibatkan anak-anak selama ramadhan juga bisa menjadi tips ajak anak gembira menyambut ramadhan. Misalnya dengan menyusun menu masakan untuk sahur dan buka puasa. Atau mengajak anak untuk berburu takjil menjelang berbuka.

Anak-anak juga biasanya senang ketika diajak safari masjid untuk berbuka atau itikaf. Terpenting adalah mencari kegiatan yang aman dan nyaman untuk dilakukan bersama-sama.

5. Hampers Ala-ala Sambut Ramadhan


Kemarin-kemarin saya putar otak kira-kira bagaimana caranya agar kakak menyambut ramadhan dengan perasaan bangga dan juga bahagia? Akhirnya terbitlah ide untuk membuat hampers dengan sesederhana mungkin dan effortless.

Hampers ini berisikan barang-barang yang mudah didapat dan menyenangkan bagi penerima. Misalnya, buku sticker, pensil, buku aktivitas, ceklis ibadah dan ucapan marhaban yaa ramadhan.

Sederhana namun semoga bermakna dan berkesan bagi penerima. Dan lebih penting lagi bahwa kakak merasa dirayakan ramadhannya.

6. Bersih-bersih Rumah


Momen gembira menyambut ramadhan berikutnya adalah bersih-bersih rumah. Sapu semua debu dan kotoran yang menempel di sudut-sudut rumah atau bagian yang tak diketahui selama ini. Rasanya rumah lebih terang dan hati terasa plong.

Orangtua bisa mengajak anak untuk menyortir dan membersihkan mainannya. Mainan yang tak lagi digunakan boleh diberikan pada orang lain jika masih layak pakai.

7. Mengenalkan Tradisi Ramadhan Di Berbagai Belahan Dunia


Orangtua juga bisa memperkenalkan tradisi ramadhan di beberapa belahan dunia.   Biasanya di Indonesia sendiri, masyarakat menyambut ramadhan dengan mengadakan pawai keliling. Lalu di tiap malam ramadhan ada yang memainkan kembang api atau menghias kampungnya dengan berbagai hiasan ramadhan.

Berbeda dengan Mesir yang menandakan ramadhan dengan simbol lampu Fanous. Masyarakat negeri gurun tersebut biasanya akan menggantung fanous di jalanan sekitar rumahnya. Atau mengenalkan ramadhan ala Turki yang menabuh genderang sepanjang malam sembari memakai pakaian khasnya. 

Tentu mengenalkan kebudayaan di setiap daerah akan menambah informasi dan semangat untuk anak sebab tahu bahwa umat Islam di seluruh dunia juga gembira menyambut ramadhan.

Ramadhan 1446H, Jadikan Lebih Bermakna


Dengan berbagai kegiatan seru ini, anak-anak akan lebih gembira menyambut ramadhan. Mereka tidak hanya sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga memahami nilai-nilai penting dalam bulan yang penuh berkah ini.

"Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang kebersamaan, kepedulian, dan keindahan berbagi, terutama bagi anak-anak."
Yusriah Ismail
A Lifestyle Blogger, Read Aloud Certified and Parenthing Enthusiast

Related Posts

Posting Komentar